Selasa, 26 Januari 2021

Humaniora

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1     Latar belakang

 

         Saat ini, dengan semakin berkembangnya zaman maka semakin berubah pula kebudayaan di setiap bangsa. Masyarakat di Indonesia mulai meniru kebudayaan barat yang menitikberatkan pada kebebasan sehingga membuat semakin merososotnya moral dan kepribadian  bangsa indonesia. Hal ini terjadi karena tidak adanya kesadaran diri dan pengetahuan tentang etika,baik etika terhadap keluarga,lingkungan,serta masyarakat.

Di Era ini orang-orang cenderung masa bodoh (apatis) terhadap lingkungan di sekitarnya.Di era modern ini di sediakan berbagai pengetahuan dan informasi baik lewat media cetak maupun media elektronika.Sehingga masyarakat mudah mengakses informasi tersebut dan masyarakat mudah menerapkan kapan dan dimana saja.  Oleh karena itu etika adalah sangat penting sebagai filter semua informasi yang kita terima di era modern ini.Untuk itu perlu etika pergaulan di masyarakat perlu untuk ditingkatkan agar masyarakat Indonesia dapat menolak budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan bangsa Indonesia.

 

1.2    Rumusan Masalah

 

1. Bagaimana sejarah humaniora

2. Apa saja karakteristik ilmu humaniora

3. Bagaimana relevansi humaniora dengan perkembangan IPTEK

4. Apa dimensi filosofis dalam humaniora

5. Bagaimana kedudukan humaniora dalam pendidikan di indonesia

6. Apa itu humaniora sebagai ilmu

7. Apa itu humaniora sebagai teknologi

8. Apa itu humaniora sebagai nilai.

 

Tujuan

 

1. Untuk mengetahui sejarah humaniora

2. Untuk mengetahui apa saja karakteristik ilmu humaniora

3. Untuk mengetahui relevansi humaniora dengan perkembangan IPTEK

4. Untuk mengetahui dimensi filosofis dalam humaniora

5. Untuk mengetahui kedudukan humaniora dalam pendidikan di indonesia

6. Untuk mengetahui humaniora sebagai ilmu

7. Untuk mengetahui humaniora sebagai teknologi

8. Untuk mengetahui humaniora sebagai nilai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab II

PEMBAHASAN

 

DEFINISI IlMU HUMANIORA

                      Humaniora, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Balai Pustaka: 1988), adalah ilmu-ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusia lebih manusiawi, dalam arti membuat manusia lebih berbudaya. Kategori yang tergolong dalam ilmu ini antara lain:

a. Teologi

Teologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama. Teologi meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan. Para teolog berupaya menggunakan analisis dan argumen-argumen rasional untuk mendiskusikan, menafsirkan dan mengajar dalam salah satu bidang dari topik-topik agama.

b. Filsafat

Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar.[1]Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.

c. Hukum

Hukum  adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih.

d. Sejarah

           Ilmu sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia. Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis. Orang yang mengkhususkan diri mempelajari sejarah atau ahli sejarah disebut sejarawan.

Dahulu, pembelajaran mengenai sejarah dikategorikan sebagai bagian dari ilmu budaya (humaniora). Akan tetapi, kini sejarah lebih sering dikategorikan ke dalam ilmu sosial, terutama bila menyangkut perunutan sejarah secara kronologis. Ilmu sejarah mempelajari berbagai kejadian yang berhubungan dengan kemanusiaan pada masa lalu. Ilmu sejarah dapat dibagi menjadi kronologi, historiografi, genealogi, paleografi, dan kliometrik.

Pengertian menurut para ahli :

1.      J.V. Bryce

Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

2.      W.H. Walsh

Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

3.      Patrick Gardiner

Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

4.      Roeslan Abdulgani

Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

5.      Moh. Yamin

Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

6.      Ibnu Khaldun (1332-1406)

a.       Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

7.      Moh. Ali

a.       Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:

Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

 

Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.[3]

Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.

HUMANIORA SEBAGAI ILMU, TEKNOLOGI DAN NILAI

1. HUMANIORA SEBAGAI ILMU

a. Ilmu Kedokteran

          Lebih khusus dalam kaitan dengan pengembangan ilmu dan teknologi, ialah Iptek Kedokteran. Kedokteran adalah ilmu yang paling manusiawi, seni yang paling indah, dan humaniora yang paling ilmiah (Pellegrino, 1970).

          Clauser (1990) berpendapat bahwa mempelajari humaniora – sastra, filsafat, sejarah – dapat meningkatkan kualitas pikir (qualities of mind) yang diperlukan dalam ilmu kedokteran. Kualitas pikir tidak lagi terfokus pada hal-hal hafalan, materi baku, konsep mati, tetapi ditingkatkan dalam hal kemampuan kritik, perspektif yang lentur, tidak terpaku pada dogma, dan penggalian nilai-nilai yang berlaku didalam ilmu kedokteran.

         Ilmu kedokteran, selain ilmu-ilmu dasar, adalah juga profesi. Pengembangan profesi cenderung mengkotak-kotakkan pada bidang spesialisasi.

Ø   Aplikasi humaniora di dalam ilmu kedokteran :

1.    Praktek kedokteran

2.    Pelayanan kesehatan

3.    Pendidikan kedokteran

4.    Penelitian

5.    . Dasar Pengaplikasian :

A.    Pemisahan antara jasad dan jiwa

B.     Pemisahan antara pencegahan  dan pengobatan

C.     Penghambaan diri terhadap   teknologi modern

D.    Berlebihan dalam mengejar    spesialisasi

E.     Perbedaan dalam tingkat   pelayanan kesehatan

 

b. Humaniora medis

          Humaniora medis merupakan bidang interdisipliner medis dimana termasuk humaniora (literatur, filosofi, etika, sejarah dan bahasa), ilmu sosial (antropologi, studi budaya, psikologi, sosiologi), dan seni (literatur, teater, film dan seni visual) dan aplikasinya terhadap edukasi dan praktek medis.

          Humaniora dan seni memberikan pengertian yang dalam tentang kondisi manusia, penderitaan, kemanusiaan dan tanggung jawab kita satu sama lain, dan menawarkan perspektif sejarah dalam praktek medis.

2. HUMANIORA SEBAGAI TEKNOLOGI

a. Relevansi  Humaniora Dengan Perkembangan IPTEK

    M.T.Zen (2000, 97) Abad ke-21 ini dunia dikuasai 3 bidang teknologi, yaitu :

1. Teknologi informasi

Teknologi informasi terkait dengan kemajuan di bidang pertelevisian, internet, handphone yang memudahkan penyampaian dan penerimaan informasi dalam akselerasi yang luar biasa.

2. Bio-teknologi

Bioteknologi terkait dengan pemanfaatan di bidang peternakan, pertanian, kedokteran dan teknologi kloning yang memanipulasi gen.

3. Teknologi Nano.

Teknologi Nano ialah memanipulasi struktur molekul dengan memanipulasi atom-atom menjadi molekul-molekul.

3. HUMANIORA SEBAGAI NILAI

a. Humaniora dan Nilai Kemanusiaan

Unsur kemanusiaan (humaniora) mencakup manusia sebagai makhluk budaya dan  nilai kemanusiaan, melingkupi kajian-kajian :

1. Hakikat manusia sama (Universal)

2. Kebutuhan hidup manusia

3. Sikap dan perilaku manusia

4. Kehidupan manusiawi dan tidak manusiawi

5. Upaya-upaya memanusiakan manusia

b. Humaniora dan Agama

     Semula humaniora mencakup didalamnya juga agama/kepercayaan, tetapi kemudian, sejak William Caxton (1422-1491) (Encycl Britt, 1973) agama dipisahkan dari humaniora mempercayai adanya kekuatan supranatural merupakan naluri manusia. Nilai-nilai agama diturunkan kepada manusia melalui wahyu, yang dibawakan oleh utusanNya.

    Penguasaan ilmu dan pengembangan teknologi adalah upaya pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk menjaga tercapainya tujuan tersebut, perlu hal tersebut dijaga, dikoridori oleh nilai-nilai budaya, dan nilai-nilai agama. Para agamawan/ruhaniawan tidak seharusnya terpaku pada kaidah-kaidah klasik dan baku, dalam mengantar, mengawal, perkembangan ilmu dan teknologi agar benar-benar bermanfaat bagi manusia. Agama (Islam) membuka pintu kajian-kajian terhadap rancangan, hasil, dan pemanfaatan dari pengembangan iptek. Pintu tersebut adalah ijtihad.

 

BAB III

PENUTUP

1.1.                Kesimpulan

Etika dan moral sangat erat hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia, diantaranya dalam aspek perkembangan zaman, agama,hukum.dan hati nurani. Bahkan jika etika dan moral tidak dilibatkan dalam aspek-aspek tersebut maka aspek-aspek tersebutlah yang tidak akan bertahan lama. Ini di karenakan etika dan moral sejalan dengan fitrah manusia yang menghendaki kebaikan di dalam hidupnya.

 

1.2.                 Kritik dan saran

Sudah semestinya lah manusia mempertahankan etika dan moral yang ada, karena tanpa etika dan moral akan terjadi banyak kekacauan. Etika dan moral sebaiknya juga mulai diajarkan kepada anak-anak semenjak usia dini karena pada usia-usia tersebut sel-sel otak mereka berkembang dengan sangat pesat maka ketika mereka diajarkan tentang sesuatu hal seperti etika dan moral akan sangat mudah diserap bahkan dimungkinkan kelak ketika dewasa kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat menjadi kepribadian yang baik di dalam diri mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CONTOH SOAL UKOM PROFESI BIDAN PERSALINAN

  1.       Seorang perempuan umur 36 tahun, P5A0 baru saja melahirkan di PMB. Riwayat plasenta lahir lengkap 15 detik yang lalu. Hasil pemer...