BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Saat ini, dengan semakin berkembangnya
zaman maka semakin berubah pula kebudayaan di setiap bangsa. Masyarakat di
Indonesia mulai meniru kebudayaan barat yang menitikberatkan pada kebebasan
sehingga membuat semakin merososotnya moral dan kepribadian bangsa indonesia. Hal ini terjadi karena
tidak adanya kesadaran diri dan pengetahuan tentang etika,baik etika terhadap
keluarga,lingkungan,serta masyarakat.
Di
Era ini orang-orang cenderung masa bodoh (apatis) terhadap lingkungan di
sekitarnya.Di era modern ini di sediakan berbagai pengetahuan dan informasi
baik lewat media cetak maupun media elektronika.Sehingga masyarakat mudah
mengakses informasi tersebut dan masyarakat mudah menerapkan kapan dan dimana
saja. Oleh karena itu etika adalah
sangat penting sebagai filter semua informasi yang kita terima di era modern
ini.Untuk itu perlu etika pergaulan di masyarakat perlu untuk ditingkatkan agar
masyarakat Indonesia dapat menolak budaya asing yang tidak sesuai dengan
kebudayaan bangsa Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana
sejarah humaniora
2. Apa saja
karakteristik ilmu humaniora
3. Bagaimana
relevansi humaniora dengan perkembangan IPTEK
4. Apa dimensi
filosofis dalam humaniora
5. Bagaimana
kedudukan humaniora dalam pendidikan di indonesia
6. Apa itu
humaniora sebagai ilmu
7. Apa itu
humaniora sebagai teknologi
8. Apa itu
humaniora sebagai nilai.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui sejarah humaniora
2. Untuk
mengetahui apa saja karakteristik ilmu humaniora
3. Untuk
mengetahui relevansi humaniora dengan perkembangan IPTEK
4. Untuk
mengetahui dimensi filosofis dalam humaniora
5. Untuk
mengetahui kedudukan humaniora dalam pendidikan di indonesia
6. Untuk
mengetahui humaniora sebagai ilmu
7. Untuk
mengetahui humaniora sebagai teknologi
8. Untuk
mengetahui humaniora sebagai nilai.
Bab II
PEMBAHASAN
DEFINISI IlMU
HUMANIORA
Humaniora, menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Balai
Pustaka: 1988), adalah ilmu-ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat
manusia lebih manusiawi, dalam arti membuat manusia lebih berbudaya. Kategori
yang tergolong dalam ilmu ini antara lain:
a. Teologi
Teologi
adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan
beragama. Teologi meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan. Para
teolog berupaya menggunakan analisis dan argumen-argumen rasional untuk
mendiskusikan, menafsirkan dan mengajar dalam salah satu bidang dari
topik-topik agama.
b. Filsafat
Filsafat
adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara
kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar.[1]Filsafat tidak didalami dengan
melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan
mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan
argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari
proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi
falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
c. Hukum
Hukum adalah sistem yang terpenting dalam
pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. dari bentuk penyalahgunaan
kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan
bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat
terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara
negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja
bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan
politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih.
d. Sejarah
Ilmu sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk
mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia. Pengetahuan sejarah meliputi
pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara
berpikir secara historis. Orang yang mengkhususkan diri mempelajari sejarah
atau ahli sejarah disebut sejarawan.
Dahulu,
pembelajaran mengenai sejarah dikategorikan sebagai bagian dari ilmu budaya
(humaniora). Akan tetapi, kini sejarah lebih sering dikategorikan ke dalam ilmu
sosial, terutama bila menyangkut perunutan sejarah secara kronologis. Ilmu
sejarah mempelajari berbagai kejadian yang berhubungan dengan kemanusiaan pada
masa lalu. Ilmu sejarah dapat dibagi menjadi kronologi, historiografi, genealogi,
paleografi, dan kliometrik.
Pengertian
menurut para ahli :
1.
J.V. Bryce
Sejarah
adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh
manusia.
2.
W.H. Walsh
Sejarah
itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia.
Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di
masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.
3.
Patrick Gardiner
Sejarah
adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
4.
Roeslan Abdulgani
Ilmu
sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki
secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa
lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara
kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan
perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah
proses masa depan.
5.
Moh. Yamin
Sejarah
adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa
peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.
6.
Ibnu Khaldun
(1332-1406)
a. Sejarah
didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban
manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.
7.
Moh. Ali
a. Moh.
Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian
sejarah sebagai berikut:
Jumlah
perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Cerita tentang
perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
Ilmu yang
bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam
kenyataan di sekitar kita.[3]
Dari beberapa
uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu
pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi
pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia,
peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.
HUMANIORA
SEBAGAI ILMU, TEKNOLOGI DAN NILAI
1. HUMANIORA
SEBAGAI ILMU
a. Ilmu
Kedokteran
Lebih khusus dalam kaitan dengan
pengembangan ilmu dan teknologi, ialah Iptek Kedokteran. Kedokteran adalah ilmu
yang paling manusiawi, seni yang paling indah, dan humaniora yang paling ilmiah
(Pellegrino, 1970).
Clauser (1990) berpendapat bahwa
mempelajari humaniora – sastra, filsafat, sejarah – dapat meningkatkan kualitas
pikir (qualities of mind) yang diperlukan dalam ilmu kedokteran. Kualitas pikir
tidak lagi terfokus pada hal-hal hafalan, materi baku, konsep mati, tetapi
ditingkatkan dalam hal kemampuan kritik, perspektif yang lentur, tidak terpaku
pada dogma, dan penggalian nilai-nilai yang berlaku didalam ilmu kedokteran.
Ilmu kedokteran, selain ilmu-ilmu
dasar, adalah juga profesi. Pengembangan profesi cenderung mengkotak-kotakkan
pada bidang spesialisasi.
Ø Aplikasi humaniora di dalam ilmu kedokteran :
1. Praktek
kedokteran
2. Pelayanan
kesehatan
3. Pendidikan
kedokteran
4. Penelitian
5. .
Dasar Pengaplikasian :
A. Pemisahan
antara jasad dan jiwa
B. Pemisahan
antara pencegahan dan pengobatan
C. Penghambaan
diri terhadap teknologi modern
D. Berlebihan
dalam mengejar spesialisasi
E. Perbedaan
dalam tingkat pelayanan kesehatan
b. Humaniora
medis
Humaniora medis merupakan bidang
interdisipliner medis dimana termasuk humaniora (literatur, filosofi, etika,
sejarah dan bahasa), ilmu sosial (antropologi, studi budaya, psikologi,
sosiologi), dan seni (literatur, teater, film dan seni visual) dan aplikasinya
terhadap edukasi dan praktek medis.
Humaniora dan seni memberikan
pengertian yang dalam tentang kondisi manusia, penderitaan, kemanusiaan dan
tanggung jawab kita satu sama lain, dan menawarkan perspektif sejarah dalam
praktek medis.
2. HUMANIORA
SEBAGAI TEKNOLOGI
a.
Relevansi Humaniora Dengan Perkembangan
IPTEK
M.T.Zen (2000, 97) Abad ke-21 ini dunia
dikuasai 3 bidang teknologi, yaitu :
1. Teknologi
informasi
Teknologi
informasi terkait dengan kemajuan di bidang pertelevisian, internet, handphone
yang memudahkan penyampaian dan penerimaan informasi dalam akselerasi yang luar
biasa.
2. Bio-teknologi
Bioteknologi
terkait dengan pemanfaatan di bidang peternakan, pertanian, kedokteran dan
teknologi kloning yang memanipulasi gen.
3. Teknologi
Nano.
Teknologi
Nano ialah memanipulasi struktur molekul dengan memanipulasi atom-atom menjadi
molekul-molekul.
3. HUMANIORA
SEBAGAI NILAI
a. Humaniora dan
Nilai Kemanusiaan
Unsur
kemanusiaan (humaniora) mencakup manusia sebagai makhluk budaya dan nilai kemanusiaan, melingkupi kajian-kajian :
1.
Hakikat manusia sama (Universal)
2.
Kebutuhan hidup manusia
3.
Sikap dan perilaku manusia
4.
Kehidupan manusiawi dan tidak manusiawi
5.
Upaya-upaya memanusiakan manusia
b. Humaniora dan
Agama
Semula humaniora mencakup didalamnya juga
agama/kepercayaan, tetapi kemudian, sejak William Caxton (1422-1491) (Encycl
Britt, 1973) agama dipisahkan dari humaniora mempercayai adanya kekuatan
supranatural merupakan naluri manusia. Nilai-nilai agama diturunkan kepada
manusia melalui wahyu, yang dibawakan oleh utusanNya.
Penguasaan ilmu dan pengembangan teknologi
adalah upaya pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk menjaga tercapainya tujuan
tersebut, perlu hal tersebut dijaga, dikoridori oleh nilai-nilai budaya, dan
nilai-nilai agama. Para agamawan/ruhaniawan tidak seharusnya terpaku pada
kaidah-kaidah klasik dan baku, dalam mengantar, mengawal, perkembangan ilmu dan
teknologi agar benar-benar bermanfaat bagi manusia. Agama (Islam) membuka pintu
kajian-kajian terhadap rancangan, hasil, dan pemanfaatan dari pengembangan
iptek. Pintu tersebut adalah ijtihad.
BAB
III
PENUTUP
1.1. Kesimpulan
Etika
dan moral sangat erat hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia,
diantaranya dalam aspek perkembangan zaman, agama,hukum.dan hati nurani. Bahkan
jika etika dan moral tidak dilibatkan dalam aspek-aspek tersebut maka
aspek-aspek tersebutlah yang tidak akan bertahan lama. Ini di karenakan etika
dan moral sejalan dengan fitrah manusia yang menghendaki kebaikan di dalam
hidupnya.
1.2. Kritik dan saran
Sudah
semestinya lah manusia mempertahankan etika dan moral yang ada, karena tanpa
etika dan moral akan terjadi banyak kekacauan. Etika dan moral sebaiknya juga
mulai diajarkan kepada anak-anak semenjak usia dini karena pada usia-usia
tersebut sel-sel otak mereka berkembang dengan sangat pesat maka ketika mereka
diajarkan tentang sesuatu hal seperti etika dan moral akan sangat mudah diserap
bahkan dimungkinkan kelak ketika dewasa kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat
menjadi kepribadian yang baik di dalam diri mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar