Makalah Biologi Reproduksi dan Mikrobiologi
PEMBAHASAN
Pengertian sel
Sel merupakan unit
organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan. Semua fungsi kehidupan diatur
dan berlangsung di dalam sel, karena itulah sel dapat berfungsi atau bahkan
hidup sendiri asalkan kebutuhannya terpenuhi.
Sel juga merupakan salah satu dari beberapa
struktur yang mempunyai fungsi khusus terapung-apung di dalam sitoplasma sel
eukariot. Suatu sel baik tumbuhan ataupun hewan mempunyai berbagai macam
organel sel dengan fungsi-fungsi yang berbeda atau memiliki perbedaan antara
sel hewan dan sel tumbuhan.
- Struktur, Gambar,
dan Fungsi Organel Sel

1. Membran Sel
(Plasmalemma atau Selaput Plasma)
Merupakan membran sel
atau selaput yang letaknya paling luar yang terbentuk dari senyawa kimia
Lipoprotein (gabungan protein dan lemak) dengan perbandingan 50:50. Lipid
penyusun membran yaitu pospolid.
Protein yang ada di
permukaan luar dan dalam disebut protein instkimiak yang mempunyai sifat
hidrofilik (larut dalam air) dan yang ada dan menembus kedua lapis lipid
disebut protein instriksi yang mempunyai sifat hidrofobik (tidak larut dalam
air). Oleh karenanya membran sel bersifat Selektif Permeabel (Semi Permeabel)
yang artinya hanya bisa dilewati oleh molekul tertentu saja.
Fungsi dari Membran Sel:
Melindungi sel
Mengatur keluar masuk (pertukaran) zat dari sel satu
ke sel lainnya
Penerima rangsang dari luar sel
Tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia
2. Sitoplasma

adalah bagian sel yang
terbungkus membran sel. Pada sel eukariota, sitoplasma adalah bagian
non-nukleus dari protoplasma. Pada sitoplasma terdapat sitoskeleton, berbagai
organel dan vesikuli, serta sitosol yang berupa cairan tempat organel
melayang-layang di dalamnya. Sitosol mengisi ruang sel yang tidak ditempati
organel dan vesikula dan menjadi tempat banyak reaksi biokimiawi serta
perantara transfer bahan dari luar sel ke organel atau inti sel.
Walaupun
semua sel memiliki sitoplasma, setiap jaringan maupun spesies memiliki
ciri-ciri yang jauh berbeda antara satu dengan yang lain.
Di
dalam sitoplasma terdapat oraganel-organel sel berikut ini:
- Mitokondria, berfungsi dalam proses oksidasi
dan mualisasi.
- Plastida, di dalamnya terkandung klorofil,
berfungsi dalam fotosintesis.
- Vakuola, berfungsi menyimpan zat makanan.
- Ribosom, sebagai tempat berlagsungnya sintesis
protein.
- Retikulum endoplasma, dibedakan menjadi dua :
- Retikulum Endoplasma Kasar, sebagai tempat
melekatnya ribosom.
- Retikulum Endoplasma Halus.
- Badan Golgi, berfungsi secara aktif dalam
sekresi dan sintesis polisakarida.
- Lisosom, berperan dalam proses matinya sel-sel.
3. Organel sel
A.
Ribosom (Ergastoplasma)

Struktur ini berbentuk bulat
terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan
ada pula yang soliter. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi
di dalam sel.
Ribosom berfungsi
sebagai tempat sintesis protein dan merupakan contoh organel yang tidak
bermembran. Organel ini terutama disusun oleh asam ribonukleat, dan terdapat
bebas dalam sitoplasma maupun melekat pada RE.
Struktur Ribosom
Ribosom memiliki dua
komponen utama yang disebut subunit besar dan subunit kecil. Kedua unit datang
bersama-sama ketika ribosom siap untuk membuat protein baru. Kedua subunit
terdiri dari untai RNA dan protein yang beragam.
Subunit besar
subunit besar berisi
lokasi di mana ikatan baru yang dibuat saat membuat protein. Hal ini disebut
“60S” dalam sel eukariotik dan “50S” dalam sel prokariotik.
Subunit Kecil
Subunit kecil
sebenarnya tidak terlalu kecil, hanya sedikit lebih kecil dari subunit besar.
Hal ini bertanggung jawab untuk aliran informasi selama sintesis protein. Hal
ini disebut “40S” dalam sel eukariotik dan “50S” dalam sel prokariotik.
Huruf “S” dalam nama
subunit adalah satuan ukuran dan singkatan unit Svedberg.
B. Mitokondria (The Power House)

Mitokondria adalah
organel yang berfungsi sebagai tempat respirasi aerob untuk pembentukan ATP sebagai
sumber energi sel, karena itu mitokondria diberi julukan "The Power
House". Organel yang hanya dimiliki oleh sel aerob ini memiliki dua lapis
membran. Membran bagian dalam berlipat-lipat dan disebut krista, berfungsi
memperluas permukaan sehingga proses pengikatan oksigen dalam respirasi sel
berlangsung lebih efektif. Bagian yang terletak diantara membran krista berisi
cairan yang disebut matriks banyak mengandung enzim pernafasan atau sitokrom.
C.
Nukleus atau inti sel

merupakan salah satu bagian utama sel yang
paling penting, karena nukleus merupakan sel yang mengendalikan seluruh
aktivitas sel. Nukleus merupakan salah satu organel terbesar yang dilindungi
oleh membran plasma.
Berdasarkan jumlah inti
sel, sel dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
- Sel
Multinukleat”
Merupakan sel yang
mempunyai nukleus lebih dari satu. Sel yang mempunyai dua inti sel disebut sel
binukleat.
- Sel
Mononukleat
Merupakan sel yang
mempunyai satub inti sel didalam setiap selnya.
-Struktur
Nukleus

-Membran nukleus
Membran nukleus
merupakan selaput terluar dari nukleus yang membungkus inti. Setiap membran
terdiri dari dua lapis selaput. Membran inti berfungsi untuk melindungi inti
sel dari bagian luar. Selaput inilah yang berperan penting dalam pertukaran zat
diantara sitoplasma dengan nukleoplasma.
-Nukleolus
Pengertian dan Fungsi
Nukleus
Nukleolus merupakan
bagian dari inti sel yang terletak didalam. Anak inti terdiri dari DNA,
ortoposfat, posfoprotein, dan berbagai jenis enzim. Anak inti dilindungi oleh
membran. Nukleoulus berperan penting dalam sintesis RNA .
-Nukleoplasma
merupakan cairan
sitoplasma, cairan yang bersifat kental dan transparan. Nukleoplasma mengandung
kromatin, granula, senyawa kompleks, dan protein inti.
Fungsi
inti sel atau nukleus
- Mengendalikan
seluruh aktivitas sel.
- Sebagai
tempat penyimpanan protein dan RNA.
- Sebagai
tempat penyimpanan materi herediter, dan kromatin.
- Berperan
penting dalam proses transkripsi dalam sintesis protein.
- Nukleus
mengatur pertukaran molekul antara inti dan bagian sel lainnya.
- Nukleus
sebagai penghasil protein pada nukleoulus.”
- Transportasi
selektif melalui pori-pori inti.
- Nukleus
Melindungi DNA
DNA diatur menjadi
sekitar 20.000n gen. Tanpa adanya semua gen ini, maka tubuh tidak akan mampu
membuat protein. Protein mutlak sangat diperlukan untuk segala sesuatu yang ada
dalam tubuh. Inti sel membatu melindungi DNA yang sangat penting.
-Nukleus Mengelola Banyak Aktivitas Sel
Otak merupakan pusat
kendali tubuh. Nukleus merupakan pusat kendali sel. Nukleus akan mengawasi
banyak proses yang terjadi didalam sel.
Beberapa
fungsi penting yang dikelola oleh Nukleus :
Replikasi
DNA merupakan proses duplikasi materi genetik sel.
Pembelahan
sel merupakan ketika sel mereproduksi atau terbagi menjadi dua sel baru. Setiap
sel baru mendapatkan satu salinan DNA duplikasi.
Ekspresi
gen merupakan proses menggunakan DNA dalam gen untuk membuat suatu produk,
seperti protein.
Transkripsi
merupakan proses menciptakan molekul RNA menggunakan intruksi DNA. Tiga jenis
RNA :
mRNA
merupakan RNA messenger. Ini membawa instruksi untuk membuat protein.
tRNA
merupakan RNA transfer, membantu dengan menghasilkan protein.
rRNA
merupakan ribosom, membantu dengan pembangunan protein. Namun, ini merupakan
satu-satunya jenis RNA untuk di buat dalam nukleolus.
- Organ – organ yang
berperan dalam reproduksi
Sisten reproduksi pria
dan wanita
A.Sistem
reproduksi pria
- Struktur reproduksi pria

meliputi organ-organ
reproduksi, spermatogenesis dan hormon pada pria.
Organ Reproduksi
Organ reproduksi pria
terdiri atas organ reproduksi
dalam dan organ reproduksi luar.
1.Organ Reproduksi
Dalam
Organ reproduksi dalam
pria terdiri atas testis, saluran pengeluaran dan kelenjar asesoris.-
Ø Testis
Testis (gonad jantan)
berbentuk oval dan terletak didalam kantung pelir (skrotum). Testis berjumlah
sepasang(testes = jamak). Testis terdapat di bagian tubuh sebelah kiri dan
kanan. Testis kiri dan kanan dibatasi olehsuatu sekat yang terdiri dari serat
jaringan ikat dan otot polos. Fungsi
testis secara umum merupakan alat untuk memproduksi sperma dan hormon kelamin
jantan yangdisebut testoteron.-
Fungsi
testis
Digunakan
untuk alat penghasil spermatozoa atau sel kelamin jantan
Sebagai
alat untuk menghasilkan hormone seks testrosteron
Menjaga
suhu agar spermatogenesis tetap terjadi
Saluran Pengeluaran
Saluran pengeluaran
pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran
ejakulasidan uretra.
Ø Epididimis
Epididimis merupakan
saluran berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari testis. Epididimis
berjumlahsepasang di sebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai
tempat penyimpanan sementara spermasampai sperma menjadi matang dan bergerak
menuju vas deferens.
Ø Vas
deferens
Vas deferens atau
saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas
danmerupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis
dan ujung salurannya terdapat didalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi
sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menujukantung semen atau
kantung mani (vesikula seminalis).
Ø Saluran
ejakulasi
Saluran ejakulasi
merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan uretra.
Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra.
Ø Uretra
Uretra merupakan
saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis. Uretra berfungsi sebagai
salurankelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin
dari kantung kemih.
Ø Kelenjar
Asesoris
Selama sperma melalui
saluran pengeluaran, terjadi penambahan berbagai getah kelamin yang dihasilkan
olehkelenjar asesoris. Getah-getah ini berfungsi untuk mempertahankan
kelangsungan hidup dan pergerakakansperma. Kelenjar asesoris merupakan kelenjar
kelamin yang terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar prostatdan kelenjar
Cowper .
Ø Vesikula
seminalis
Vesikula seminalis atau
kantung semen (kantung mani) merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di
belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat makanan
yang merupakan sumber makanan bagi sperma.
Ø Kelenjar
prostat
Kelenjar prostat
melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih.
Kelenjar prostatmenghasilkan getah yang mengandung kolesterol, garam dan
fosfolipid yang berperan untuk kelangsunganhidup sperma.
Ø Kelenjar
Cowper
Kelenjar Cowper (kelenjar
bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra.Kelenjar
Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).
2.
Organ Reproduksi Luar
Organ reproduksi luar
pria terdiri dari penis dan skrotum.
Ø Penis
.Penis terdiri dari tiga
rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas
berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah
yang berupa jaringan spons korpusspongiosum yang membungkus uretra. Uretra pada
penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung
pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan,rongga
tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan
mengembang (ereksi).
Fungsi Penis
Sebagai sarana untuk
jalur air seni di buang – Penis merupakan saluran, seperti hal nya sebuah pipa,
ia akan digunakan untuk membuang kotoran yang berada di dalam. Melalui penis,
kotoran atau air seni dapat disalurkan keluar agar tidak terjadi penyakit di
dalamnya dapat digunakan
untuk alat senggama
Ø Skrotum
Skrotum (kantung pelir)
merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah
sepasang,yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan
skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot
dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehinggadapat mengerut
dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari
penerusanotot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini
bertindak sebagai pengatur suhu lingkungantestis agar kondisinya stabil. Proses
pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil,yaitu
beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh.
Ø Fungsi
dari skrotum
Memberikan lingkungan pada
testis yang memiliki suhu dingin antara 1-80C lebih dingin bila dibandingkan
dengan suhu pada tubuh
Mengatur suhu pada
testis agar tetap terjaga
Memberi ruang untuk
testis agar dapat bergerak. Baik bergerak menjahui tubuh maupun bergerrak
mendekati tubuh.
Ø Spermatogenesis
Spermatogenesis terjadi
di dalam di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus.
Spermatogenesismencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses
pembelahan dan diferensiasi sel, yang mana bertujuan untuk membentu sperma
fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudiandisimpan
di epididimis. Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan
jaringan epiteliumgerminal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada saat
spermatogenesis. Pintalan-pintalan tubulusseminiferus terdapat di dalam
ruang-ruang testis (lobulus testis). Satu testis umumnya mengandung sekitar 250
lobulus testis. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel
germinal (sel epitel benih) yangdisebut spermatogonia (spermatogonium =
tunggal). Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapisan luar sel-sel epitel
tubulus seminiferus.Spermatogonia terus-menerus membelah untuk memperbanyak
diri, sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan
tertentu untuk membentuk sperma.Pada tahap pertamaspermatogenesis,
spermatogonia yang bersifat diploid (2n atau mengandung 23 kromosom
berpasangan), berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut
spermatogonia tipe A. Spermatogenia tipe A membelah
secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. Kemudian, setelah beberapa kali
membelah, sel-selini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat
diploid. Setelah melewati beberapa minggu,setiap spermatosit primer membelah
secara meiosis membentuk dua buah spermatosit sekunder yang bersifathaploid.
Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis membentuk empat buah
spermatid.Spermatid merupakan calon sperma yang belum memiliki ekor dan
bersifat haploid (n atau mengandung 23kromosom yang tidak berpasangan). Setiap
spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa (sperma).Proses perubahan
spermatid menjadi sperma disebut spermiasi. Ketika spermatid dibentuk pertama
kali,spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel. Namun, setelah spermatid
mulai memanjang menjadi sperma,akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala
dan ekor.Kepala sperma terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit
sitoplasma. Pada bagian membran permukaandi ujung kepala sperma terdapat
selubung tebal yang disebut akrosom. Akrosom mengandung enzimhialuronidase dan
proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum.Pada ekor
sperma terdapat badan sperma yang terletak di bagian tengah sperma. Badan
sperma banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi
untuk pergerakan sperma.Semua tahap spermatogenesis terjadi karena adanya
pengaruh sel-sel sertoli yang memiliki fungsi khususuntuk menyediakan makanan
dan mengatur proses spermatogenesis
Ø Hormon
pada Pria
Proses spermatogenesis
distimulasi oleh sejumlah hormon, yaitu testoteron, LH (Luteinizing Hormone),
FSH(Follicle Stimulating Hormone), estrogen dan hormon pertumbuhan.
- Testoteron
Testoteron disekresi
oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus. Hormon ini penting
bagitahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma, terutama
pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder.
- LH
(Luteinizing Hormone)
LH disekresi oleh
kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresitestoteron
- FSH
(Follicle Stimulating Hormone)
FSH juga disekresi oleh
sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli.
Tanpastimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak akan
terjadi.
- Estrogen
Estrogen dibentuk oleh
sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Sel-sel sertoli juga mensekresi
suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta
membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Kedua hormon ini tersedia
untuk pematangan sperma.
Gangguan
pada Sistem Reproduksi Pria Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah
penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon,
sepertihormon androgen dan testoteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas,
impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan
dengan terapi hormon.
- Kriptorkidisme
Kriptorkidisme adalah
kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke
dalamskrotum pada waktu bayi. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian
hormon human chorionicgonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum
turun juga, dilakukan pembedahan.UretritisUretritis adalah peradangan uretra
dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. Organismeyang paling
sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma
urealyticum atau virusherpes.ProstatitisProstatitis adalah peradangan prostat.
Penyebabnya dapat berupa bakteri, seperti Escherichia coli maupun bukan
bakteri.EpididimitisEpididimitis adalah infeksi yang sering te rjadi pada saluran reproduksi pria.
Organisme penyebab epididimitisadalah E. coli dan Chlamydia.
- Orkitis
Orkitis adalah
peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada
pria dewasa dapatmenyebabkan infertilitas
B.SISTEM
REPRODUKSI WANITA
Ø Struktur
reproduksi wanita

Sistem reproduksi
wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi,
kehamilan, persalinan dan laktasi.
1.Organ Reproduksi
Organ
reproduksi dalam
Organ reproduksi dalam
wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi (saluran kelamin).
Ø Ovarium
Ovarium (indung telur)
berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3 - 4 cm. Ovarium berada
didalam rongga badan, di daerah pinggang. Umumnya setiap ovarium menghasilkan
ovum setiap 28 hari. Ovumyang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran
reproduksi.Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon
estrogen dan progesteron.
Ø Saluran
reproduksi
Saluran reproduksi
(saluran kelamin) terdiri dari oviduk, uterus dan vagina.
1.
Oviduk
Oviduk (tuba falopii)
atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan
panjangsekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut
infundibulum. Pada infundibulumterdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae
berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovumyang ditangkap oleh
infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum
dariovarium menuju uterus.
2.
Uterus
Uterus (kantung
peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang
berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks
(leher rahim). Uterus manusia berfungsisebagai tempat perkembangan zigot
apabila terjadi fertilisasi. Uterus terdiri dari dinding berupa lapisan
jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium.
Lapisan endometrium(dinding rahim) tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi
uterus. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah.
Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi (pelepasan ovum dariovarium)
dan akan meluruh pada saat menstruasi.
3.
Vagina
Vagina merupakan
saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara
padavulva. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar
berupa selaput berlendir, bagiantengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam
berupa jaringan ikat berserat. Selaput berlendir (membranmukosa) menghasilkan
lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh
kelenjar Bartholin. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis
yang berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan
kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan.
Organ
reproduksi luar
Organ reproduksi luar
pada wanita berupa vulva. Vulva merupakan celah paling luar dari organ
kelaminwanita. Vulva terdiri dari mons pubis. Mons pubis (mons veneris)
merupakan daerah atas dan terluar darivulva yang banyak menandung jaringan
lemak. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi oleh rambut.Di bawah mons
pubis terdapat lipatan labium mayor (bibir besar) yang berjumlah sepasang. Di
dalam labiummayor terdapat lipatan labium minor (bibir kecil) yang juga
berjumlah sepasang. Labium mayor dan labiumminor berfungsi untuk melindungi
vagina. Gabungan labium mayor dan labium minor pada bagian ataslabium membentuk
tonjolan kecil yang disebut klitoris.Klitoris merupakan organ erektil yang
dapat disamakan dengan penis pada pria. Meskipun klitoris secarastruktural
tidak sama persis dengan penis, namun klitoris juga mengandung korpus
kavernosa. Pada klitoristerdapat banyak pembuluh darah dan ujung-ujung saraf
perasa.Pada vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran uretra (saluran kencing)
dan saluran kelamin (vagina). Pada
daerah dekat saluran
ujung vagina terdapat himen atau selaput dara. Himen merupakan selaput mukosa
yang banyak mengandung pembuluh darah.
2.Oogenesis
Oogenesis merupakan
proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Di dalam ovarium terdapat
oogonium(oogonia = jamak) atau sel indung telur. Oogonium bersifat diploid
dengan 46 kromosom atau 23 pasangkromosom. Oogonium akan memperbanyak diri
dengan cara mitosis membentuk oosit primer.Oogenesis telah dimulai saat bayi
perempuan masih di dalam kandungan, yaitu pada saat bayi berusia sekitar 5
bulan dalam kandungan. Pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan, oosit primer
akan membelah secarameiosis. Namun, meiosis tahap pertama pada oosit primer ini
tidak dilanjutkan sampai bayi perempuantumbuh menjadi anak perempuan yang mengalami
pubertas. Oosit primer tersebut berada dalam keadaanistirahat (dorman).Pada
saat bayi perempuan lahir, di dalam setiap ovariumnya mengandung sekitar 1 juta
oosit primer. Ketikamencapai pubertas, anak perempuan hanya memiliki sekitar
200 ribu oosit primer saja. Sedangkan oositlainnya mengalami degenerasi selama
pertumbuhannya.Saat memasuki masa pubertas, anak perempuan akan mengalami
perubahan hormon yang menyebabkan oosit primer melanjutkan meiosis tahap
pertamanya. Oosit yang mengalami meiosis I akan menghasilkan dua selyang tidak
sama ukurannya. Sel oosit pertama merupaakn oosit yang berukuran normal (besar)
yang disebutoosit sekunder, sedangkan sel yang berukuran lebih kecil disebut
badan polar pertama (polosit primer).Selanjutnya , oosit sekunder meneruskan
tahap meiosis II (meiosis kedua). Namun pada meiosis II, oositsekunder tidak
langsung diselesaikan sampai tahap akhir, melainkan berhenti sampai terjadi
ovulasi. Jika tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan mengalami
degenerasi. Namun jika ada sperma masuk ke oviduk,meiosis II pada oosit
sekunder akan dilanjutkan kembali. Akhirnya, meiosis II pada oosit sekunder
akanmenghasilkan satu sel besar yang disebut ootid dan satu sel kecil yang
disebut badan polar kedua (polositsekunder). Badan polar pertama juga membelah
menjadi dua badan polar kedua. Akhirnya, ada tiga badan polar dan satu ootid
yang akan tumbuh menjadi ovum dari oogenesis setiap satu oogonium.Oosit dalam
oogonium berada di dalam suatu folikel telur. Folikel telur (folikel) merupakan
sel pembungkus penuh cairan yang menglilingi ovum. Folikel berfungsi untuk
menyediakan sumber makanan bagi oosit.Folikel juga mengalami perubahan seiring
dengan perubahan oosit primer menjadi oosit sekunder hinggaterjadi ovulasi.
Folikel primer muncul pertama kali untuk menyelubungi oosit primer. Selama
tahap meiosis I pada oosit primer, folikel primer berkembang menjadi folikel
sekunder. Pada saat terbentuk oosit sekunder,folikel sekunder berkembang
menjadi folikel tersier. Pada masa ovulasi, folikel tersier berkembang
menjadifolikel de Graaf (folikel matang). Setelah oosit sekunder lepas dari
folikel, folikel akan berubah menjadikorpus luteum. Jika tidak terjaid
fertilisasi, korpus luteum akan mengkerut menjadi korpus albikan.
3.Hormon pada Wanita
Pada wanita, peran
hormon dalam perkembangan oogenesis dan perkembangan reproduksi jauh
lebihkompleks dibandingkan pada pria. Salah satu peran hormon pada wanita dalam
proses reproduksi adalahdalam siklus menstruasi.
Ø Siklus
menstruasi
Menstruasi (haid) adalah
pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai
pelepasanendometrium. Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma.
Siklus menstruasi sekitar 28 hari.Pelepasan ovum yang berupa oosit sekunder
dari ovarium disebut ovulasi, yang berkaitan dengan adanyakerjasama antara
hipotalamus dan ovarium. Hasil kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran
hormon-hormon yang mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi.Untuk mempermudah
penjelasan mengenai siklus menstruasi, patokannya adalah adanya peristiwa
yangsangat penting, yaitu ovulasi. Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus (½
n) menstruasi. Untuk periode atausiklus hari pertama menstruasi, ovulasi
terjadi pada hari ke-14 terhitung sejak hari pertama menstruasi. Siklus menstruasi dikelompokkan menjadi empat
fase, yaitu fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi, fase
pasca-ovulasi.
4.Fertilisasi
Fertilisasi atau
pembuahan terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi oleh
sperma.Fertilisasi umumnya terjadi segera setelah oosit sekunder memasuki
oviduk. Namun, sebelum sperma dapatmemasuki oosit sekunder, pertama-tama sperma
harus menembus berlapis-lapis sel granulosa yang melekat disisi luar oosit
sekunder yang disebut korona radiata. Kemudian, sperma juga harus menembus lapisan
sesudahkorona radiata, yaitu zona pelusida. Zona pelusida merupakan lapisan di
sebelah dalam korona radiata, berupa glikoprotein
yang membungkus oosit sekunder.Sperma dapat menembus oosit sekunder karena baik
sperma maupun oosit sekunder saling mengeluarkanenzim dan atau senyawa
tertentu, sehingga terjadi aktivitas yang saling mendukung.Pada sperma, bagian
kromosom mengeluarkan:hialuronidaseEnzim yang dapat melarutkan senyawa
hialuronid pada korona radiata. Akrosin Protease yang dapat menghancurkan glikoprotein
pada zona pelusida.antifertilizin Antigen
terhadap oosit sekunder sehingga sperma dapat melekat pada oosit sekunder.Oosit
sekunder juga mengeluarkan senyawa tertentu, yaitu fertilizin yang tersusun
dari glikoprotein denganfungsi :
•Mengaktifkan sperma
agar bergerak lebih cepat.
•Menarik sperma secara
kemotaksis positif.
•Mengumpulkan sperma di
sekeliling oosit sekunder.Pada saat satu sperma menembus oosit sekunder,
sel-sel granulosit di bagian korteks oosit sekunder mengeluarkan senyawa
tertentu yang menyebabkan zona pelusida tidak dapat ditembus oleh sperma
lainnya.Adanya penetrasi sperma juga merangsang penyelesaian meiosis II pada
inti oosit sekunder , sehingga dariseluruh proses meiosis I sampai penyelesaian
meiosis II dihasilkan tiga badan polar dan satu ovum yangdisebut inti oosit
sekunder.Segera setelah sperma memasuki oosit sekunder, inti (nukleus) pada
kepala sperma akan membesar.Sebaliknya, ekor sperma akan berdegenerasi.
Kemudian, inti sperma yang mengandung 23 kromosom(haploid) dengan ovum yang
mengandung 23 kromosom (haploid) akan bersatu menghasilkan zigot dengan23
pasang kromosom (2n) atau 46 kromosom.
5.Gestasi (Kehamilan)
Zigot akan ditanam
(diimplantasikan) pada endometrium uterus. Dalam perjalannya ke uterus,
zigotmembelah secara mitosis berkali-kali. Hasil pembelahan tersebut berupa
sekelompok sel yang sama besarnya,dengan bentuk seperti buah arbei yang disebut
tahap morula.Morula akan terus membelah sampai terbentuk blastosit. Tahap ini
disebut blastula, dengan rongga didalamnya yang disebut blastocoel (blastosol).
Blastosit terdiri dari sel-sel bagian luar dan sel-sel bagiandalam.
Sel-sel bagian luar
blastosit
Sel-sel bagian luar
blastosit merupakan sel-sel trofoblas yang akan membantu implantasi blastosit
pada uterus.Sel-sel trofoblas membentuk tonjolan-tonjolan ke arah endometrium
yang berfungsi sebagai kait. Sel-seltrofoblas juga mensekresikan enzim
proteolitik yang berfungsi untuk mencerna serta mencairkan sel-selendometrium.
Cairan dan nutrien tersebut kemudian dilepaskan dan ditranspor secara aktif
oleh sel-seltrofoblas agar zigot berkembang lebih lanjut. Kemudian, trofoblas
beserta sel-sel lain di bawahnya akanmembelah (berproliferasi) dengan cepat
membentuk plasenta dan berbagai membran kehamilan.Berbagai macam membran kehamilan
berfungsi untuk membantu proses transportasi, respirasi, ekskresi
danfungsi-fungsi penting lainnya selama embrio hidup dalam uterus. Selain itu,
adanya lapisan-lapisan membranmelindungi embrio terhadap tekanan mekanis dari
luar, termasuk kekeringan.
Sakus vitelinus
Sakus vitelinus
(kantung telur) adalah membran berbentuk kantung yang pertama kali dibentuk
dari perluasanlapisan endoderm (lapisan terdalam pada blastosit). Sakus
vitelinus merupakan tempat pembentukan sel-seldarah dan pembuluh-pembuluh darah
pertama embrio. Sakus vitelinus berinteraksi dengan trofoblasmembentuk korion
Korion
Korion merupakan
membran terluar yang tumbuh melingkupi embrio. Korion membentuk vili korion
(jonjot- jonjot) di dalam endometrium. Vili korion berisi pembuluh darah emrbrio
yang berhubungan dengan pembuluh darah ibu yang banyak terdapat di dalam
endometrium uterus. Korion dengan jaringanendometrium uterus membentuk
plasenta, yang merupakan organ pemberi nutrisi bagi embrio.
Amnion
Amnion merupakan
membran yang langsung melingkupi embrio dalam satu ruang yang berisi cairan
amnion(ketuban). Cairan amnion dihasilkan oleh membran amnion. Cairan amnion
berfungsi untuk menjaga embrioagar dapat bergerak dengan bebas, juga melindungi
embrio dari perubahan suhu yang drastis serta guncangandari
luar.AlantoisAlantois merupakan membran pembentuk tali pusar (ari-ari). Tali
pusar menghubungkan embrio dengan plasenta pada endometrium uterus ibu. Di
dalam alantois terdapat pembuluh darah yang menyalurkan zat-zatmakanan dan
oksigen dari ibu dan mengeluarkan sisa metabolisme, seperti karbon dioksida dan
urea untuk dibuang oleh ibu.
Sel-sel bagian dalam
blastosit
Sel-sel bagian dalam
blastosit akan berkembang menjadi bakal embrio (embrioblas). Pada embrioblas
terdapatlapisan jaringan dasar yang terdiri dari lapisan luar (ektoderm) dan
lapisan dalam (endoderm). Permukaanektoderm melekuk ke dalam sehingga membentuk
lapisan tengah (mesoderm). Selanjutnya, ketiga lapisantersebut akan berkembang
menjadi berbagai organ (organogenesis) pada minggu ke-4 sampai minggu
ke-8.Ektoderm akan membentuk saraf, mata, kulit dan hidung. Mesoderm akan
membentuk tulang, otot, jantung, pembuluh darah, ginjal, limpa dan kelenjar
kelamin. Endoderm akan membentuk organ-organ yang berhubungan langsung dengan
sistem pencernaan dan pernapasan.Selanjutnya, mulai minggu ke-9 sampai beberapa
saat sebelum kelahiran, terjadi penyempurnaan berbagaiorgan dan pertumbuhan
tubuh yang pesat. Masa ini disebut masa janin atau masa fetus.
6.Persalinan
Persalinan merupakan
proses kelahiran bayi. Pada persalinan, uterus secara perlahan menjadi lebih
pekasampai akhirnya berkontraksi secara berkala hingga bayi dilahirkan.
Penyebab peningkatan kepekaan danaktifitas uterus sehingga terjadi kontraksi
yang dipengaruhi faktor-faktor hormonal dan faktor-faktor mekanis.Hormon-hormon
yang berpengaruh terhadap kontraksi uterus, yaitu estrogen, oksitosin,
prostaglandin danrelaksin.
Ø Estrogen
Estrogen dihasilkan
oleh plasenta yang konsentrasinya meningkat pada saat persalinan. Estrogen
berfungsiuntuk kontraksi uterus.
Ø Oksitosin
Oksitosin dihasilkan
oleh hipofisis ibu dan janin. Oksitosin berfungsi untuk kontraksi uterus.
Ø Prostaglandin
Prostaglandin
dihasilkan oleh membran pada janin. Prostaglandin berfungsi untuk meningkatkan
intensitaskontraksi uterus.
Ø Relaksin
Relaksin dihasilkan
oleh korpus luteum pada ovarium dan plasenta. Relaksin berfungsi untuk
relaksasi ataumelunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul sehingga
mempermudah persalinan.
7.Laktasi
Kelangsungan bayi yang
baru lahir bergantung pada persediaan susu dari ibu. Produksi air susu
(laktasi) berasal dari sepasang kelenjar susu (payudara) ibu. Sebelum
kehamilan, payudara hanya terdiri dari jaringanadiposa (jaringan lemak) serta
suatu sistem berupa kelenjar susu dan saluran-saluran kelenjar (duktuskelenjar)
yang belum berkembang.Pada masa kehamilan, pertumbuhan awal kelenjar susu
dirancang oleh mammotropin. Mammotropin merupakan
hormon yang dihasilkan dari hipofisis ibu dan plasenta janin. Selain
mammotropin, ada jugasejumlah besar estrogen dan progesteron yang dikeluarkan
oleh plasenta, sehingga sistem saluran-salurankelenjar payudara tumbuh dan
bercabang. Secara bersamaan kelenjar payudara dan jaringan lemak disekitarnya
juga bertambah besar. Walaupun estrogen dan progesteron penting untuk perkembangan
fisik kelenjar payudara selama kehamilan, pengaruh khusus dari kedua hormon ini
adalah untuk mencegah sekresidari air susu. Sebaliknya, hormon prolaktin
memiliki efek yang berlawanan, yaitu meningkatkan sekresi air susu. Hormon ini
disekresikan oleh kelenjar hipofisis ibu dan konsentrasinya dalam darah ibu
meningkat dariminggu ke-5 kehamilan sampai kelahiran bayi. Selain itu, plasenta
mensekresi sejumlah besar somatomamotropin korion manusia, yang juga memiliki
sifat laktogenik ringan, sehingga menyokong prolaktin dari hipofisis ibu.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sel adalah unit
terkecil dari makhluk hidup yang mampu menjalankan aktivitas kehidupan. Sel
berasal dari bahasa latin cellulae yang berarti ruang kecil. Struktur sel
meliputi membran sel, nukleus (inti sel), sitoplasma, organel sel (retikulum
endoplasma, badan golgi, mitokondria, lisosom, ribosom, sentriol, mikrofilamen,
mikrotubulus, peroksisom).
Dan alat reproduksi pada pria terdiri dari
testis, penis, skrotum, kelenjar prostat, vas deferens, efididimis, dan
vesikula seminalis. Sedangkan pada wanita di bagi menjadi 2 organ, yaitu organ
bagian luar dan organ bagian dalam.
Pada proses reproduksi
juga di mulai dari pelepasan spermatozoa di tumpahkan de dalam vagina, lalu
melalui uterus dan masuk ke dalam tuba uterina kemudian spermatozoa di seleksi
sampai hanya 1 yang terpilih. Penggabungan ke dua sel di lakukan spermatozoa
dengan menembus ovum. Ovum yang telah di buahi kemudian berjalan ke uterus. Di
uterus menghancurkan endometrium dan membenamkan diri. Dan kehamilan pun
berlangsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar