Selasa, 26 Januari 2021

Biologi Reproduksi

 

Makalah Biologi Reproduksi dan Mikrobiologi

 

PEMBAHASAN

Pengertian sel

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel, karena itulah sel dapat berfungsi atau bahkan hidup sendiri asalkan kebutuhannya terpenuhi.

Sel juga merupakan salah satu dari beberapa struktur yang mempunyai fungsi khusus terapung-apung di dalam sitoplasma sel eukariot. Suatu sel baik tumbuhan ataupun hewan mempunyai berbagai macam organel sel dengan fungsi-fungsi yang berbeda atau memiliki perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan.

  1. Struktur, Gambar, dan Fungsi Organel Sel

 

 

 

 

1. Membran Sel (Plasmalemma atau Selaput Plasma)

Merupakan membran sel atau selaput yang letaknya paling luar yang terbentuk dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan protein dan lemak) dengan perbandingan 50:50. Lipid penyusun membran yaitu pospolid.

Protein yang ada di permukaan luar dan dalam disebut protein instkimiak yang mempunyai sifat hidrofilik (larut dalam air) dan yang ada dan menembus kedua lapis lipid disebut protein instriksi yang mempunyai sifat hidrofobik (tidak larut dalam air). Oleh karenanya membran sel bersifat Selektif Permeabel (Semi Permeabel) yang artinya hanya bisa dilewati oleh molekul tertentu saja.

 

 

 

Fungsi dari Membran Sel:

Melindungi sel

Mengatur keluar masuk (pertukaran) zat dari sel satu ke sel lainnya

Penerima rangsang dari luar sel

Tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia

 

2. Sitoplasma

 

 

 

 

adalah bagian sel yang terbungkus membran sel. Pada sel eukariota, sitoplasma adalah bagian non-nukleus dari protoplasma. Pada sitoplasma terdapat sitoskeleton, berbagai organel dan vesikuli, serta sitosol yang berupa cairan tempat organel melayang-layang di dalamnya. Sitosol mengisi ruang sel yang tidak ditempati organel dan vesikula dan menjadi tempat banyak reaksi biokimiawi serta perantara transfer bahan dari luar sel ke organel atau inti sel.

 

Walaupun semua sel memiliki sitoplasma, setiap jaringan maupun spesies memiliki ciri-ciri yang jauh berbeda antara satu dengan yang lain.

Di dalam sitoplasma terdapat oraganel-organel sel berikut ini:

  • Mitokondria, berfungsi dalam proses oksidasi dan mualisasi.
  • Plastida, di dalamnya terkandung klorofil, berfungsi dalam fotosintesis.
  • Vakuola, berfungsi menyimpan zat makanan.
  • Ribosom, sebagai tempat berlagsungnya sintesis protein.
  • Retikulum endoplasma, dibedakan menjadi dua :
  • Retikulum Endoplasma Kasar, sebagai tempat melekatnya ribosom.
  • Retikulum Endoplasma Halus.
  • Badan Golgi, berfungsi secara aktif dalam sekresi dan sintesis polisakarida.
  • Lisosom, berperan dalam proses matinya sel-sel.

3. Organel sel

A. Ribosom (Ergastoplasma)

 

 

 

 

Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.

Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein dan merupakan contoh organel yang tidak bermembran. Organel ini terutama disusun oleh asam ribonukleat, dan terdapat bebas dalam sitoplasma maupun melekat pada RE.

Struktur Ribosom

Ribosom memiliki dua komponen utama yang disebut subunit besar dan subunit kecil. Kedua unit datang bersama-sama ketika ribosom siap untuk membuat protein baru. Kedua subunit terdiri dari untai RNA dan protein yang beragam.

Subunit besar

subunit besar berisi lokasi di mana ikatan baru yang dibuat saat membuat protein. Hal ini disebut “60S” dalam sel eukariotik dan “50S” dalam sel prokariotik.

Subunit Kecil

Subunit kecil sebenarnya tidak terlalu kecil, hanya sedikit lebih kecil dari subunit besar. Hal ini bertanggung jawab untuk aliran informasi selama sintesis protein. Hal ini disebut “40S” dalam sel eukariotik dan “50S” dalam sel prokariotik.

Huruf “S” dalam nama subunit adalah satuan ukuran dan singkatan unit Svedberg.

 

B.  Mitokondria (The Power House)

 

 

 

 

 

Mitokondria adalah organel yang berfungsi sebagai tempat respirasi aerob untuk pembentukan ATP sebagai sumber energi sel, karena itu mitokondria diberi julukan "The Power House". Organel yang hanya dimiliki oleh sel aerob ini memiliki dua lapis membran. Membran bagian dalam berlipat-lipat dan disebut krista, berfungsi memperluas permukaan sehingga proses pengikatan oksigen dalam respirasi sel berlangsung lebih efektif. Bagian yang terletak diantara membran krista berisi cairan yang disebut matriks banyak mengandung enzim pernafasan atau sitokrom.

C.  Nukleus atau inti sel

 

 

 

 

 merupakan salah satu bagian utama sel yang paling penting, karena nukleus merupakan sel yang mengendalikan seluruh aktivitas sel. Nukleus merupakan salah satu organel terbesar yang dilindungi oleh membran plasma.

 

 

Berdasarkan jumlah inti sel, sel dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

  • Sel Multinukleat”

Merupakan sel yang mempunyai nukleus lebih dari satu. Sel yang mempunyai dua inti sel disebut sel binukleat.

  • Sel Mononukleat

Merupakan sel yang mempunyai satub inti sel didalam setiap selnya.

-Struktur Nukleus

-Membran nukleus

Membran nukleus merupakan selaput terluar dari nukleus yang membungkus inti. Setiap membran terdiri dari dua lapis selaput. Membran inti berfungsi untuk melindungi inti sel dari bagian luar. Selaput inilah yang berperan penting dalam pertukaran zat diantara sitoplasma dengan nukleoplasma.

-Nukleolus

Pengertian dan Fungsi Nukleus

Nukleolus merupakan bagian dari inti sel yang terletak didalam. Anak inti terdiri dari DNA, ortoposfat, posfoprotein, dan berbagai jenis enzim. Anak inti dilindungi oleh membran. Nukleoulus berperan penting dalam sintesis RNA .

-Nukleoplasma

merupakan cairan sitoplasma, cairan yang bersifat kental dan transparan. Nukleoplasma mengandung kromatin, granula, senyawa kompleks, dan protein inti.

Fungsi inti sel atau nukleus

  • Mengendalikan seluruh aktivitas sel.
  • Sebagai tempat penyimpanan protein dan RNA.
  • Sebagai tempat penyimpanan materi herediter, dan kromatin.
  • Berperan penting dalam proses transkripsi dalam sintesis protein.
  • Nukleus mengatur pertukaran molekul antara inti dan bagian sel lainnya.
  • Nukleus sebagai penghasil protein pada nukleoulus.”
  • Transportasi selektif melalui pori-pori inti.
  • Nukleus Melindungi DNA

DNA diatur menjadi sekitar 20.000n gen. Tanpa adanya semua gen ini, maka tubuh tidak akan mampu membuat protein. Protein mutlak sangat diperlukan untuk segala sesuatu yang ada dalam tubuh. Inti sel membatu melindungi DNA yang sangat penting.

-Nukleus Mengelola Banyak Aktivitas Sel

Otak merupakan pusat kendali tubuh. Nukleus merupakan pusat kendali sel. Nukleus akan mengawasi banyak proses yang terjadi didalam sel.

Beberapa fungsi penting yang dikelola oleh Nukleus :

Replikasi DNA merupakan proses duplikasi materi genetik sel.

Pembelahan sel merupakan ketika sel mereproduksi atau terbagi menjadi dua sel baru. Setiap sel baru mendapatkan satu salinan DNA duplikasi.

Ekspresi gen merupakan proses menggunakan DNA dalam gen untuk membuat suatu produk, seperti protein.

Transkripsi merupakan proses menciptakan molekul RNA menggunakan intruksi DNA. Tiga jenis RNA :

mRNA merupakan RNA messenger. Ini membawa instruksi untuk membuat protein.

tRNA merupakan RNA transfer, membantu dengan menghasilkan protein.

rRNA merupakan ribosom, membantu dengan pembangunan protein. Namun, ini merupakan satu-satunya jenis RNA untuk di buat dalam nukleolus.

  1. Organ – organ yang berperan dalam reproduksi

Sisten reproduksi pria dan wanita

A.Sistem reproduksi pria

  • Struktur reproduksi pria

meliputi organ-organ reproduksi, spermatogenesis dan hormon pada pria.

Organ Reproduksi

Organ reproduksi pria terdiri atas organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.

1.Organ Reproduksi Dalam

Organ reproduksi dalam pria terdiri atas testis, saluran pengeluaran dan kelenjar asesoris.-

Ø  Testis

Testis (gonad jantan) berbentuk oval dan terletak didalam kantung pelir (skrotum). Testis berjumlah sepasang(testes = jamak). Testis terdapat di bagian tubuh sebelah kiri dan kanan. Testis kiri dan kanan dibatasi olehsuatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan otot polos. Fungsi testis secara umum merupakan alat untuk memproduksi sperma dan hormon kelamin jantan yangdisebut testoteron.-

Fungsi testis

Digunakan untuk alat penghasil spermatozoa atau sel kelamin jantan

Sebagai alat untuk menghasilkan hormone seks testrosteron

Menjaga suhu agar spermatogenesis tetap terjadi

 

Saluran Pengeluaran

Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran ejakulasidan uretra.

Ø  Epididimis

Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari testis. Epididimis berjumlahsepasang di sebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara spermasampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens.

Ø  Vas deferens

Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas danmerupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat didalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menujukantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis).

Ø  Saluran ejakulasi

Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra.

Ø  Uretra

Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis. Uretra berfungsi sebagai salurankelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.

 

 

Ø  Kelenjar Asesoris

Selama sperma melalui saluran pengeluaran, terjadi penambahan berbagai getah kelamin yang dihasilkan olehkelenjar asesoris. Getah-getah ini berfungsi untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan pergerakakansperma. Kelenjar asesoris merupakan kelenjar kelamin yang terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar prostatdan kelenjar Cowper .

Ø  Vesikula seminalis

Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung mani) merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma.

Ø  Kelenjar prostat

Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostatmenghasilkan getah yang mengandung kolesterol, garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsunganhidup sperma.

Ø  Kelenjar Cowper

Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra.Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).

 

2.      Organ Reproduksi Luar

Organ reproduksi luar pria terdiri dari penis dan skrotum.

Ø  Penis

.Penis terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpusspongiosum yang membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan,rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi).

 

Fungsi Penis

Sebagai sarana untuk jalur air seni di buang – Penis merupakan saluran, seperti hal nya sebuah pipa, ia akan digunakan untuk membuang kotoran yang berada di dalam. Melalui penis, kotoran atau air seni dapat disalurkan keluar agar tidak terjadi penyakit di dalamnya dapat digunakan untuk alat senggama

Ø  Skrotum

Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah sepasang,yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehinggadapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusanotot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungantestis agar kondisinya stabil. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil,yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh.

Ø  Fungsi dari skrotum

Memberikan lingkungan pada testis yang memiliki suhu dingin antara 1-80C lebih dingin bila dibandingkan dengan suhu pada tubuh

Mengatur suhu pada testis agar tetap terjaga

Memberi ruang untuk testis agar dapat bergerak. Baik bergerak menjahui tubuh maupun bergerrak mendekati tubuh.

Ø  Spermatogenesis

Spermatogenesis terjadi di dalam di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus. Spermatogenesismencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel, yang mana bertujuan untuk membentu sperma fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudiandisimpan di epididimis. Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epiteliumgerminal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada saat spermatogenesis. Pintalan-pintalan tubulusseminiferus terdapat di dalam ruang-ruang testis (lobulus testis). Satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yangdisebut spermatogonia (spermatogonium = tunggal). Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapisan luar sel-sel epitel tubulus seminiferus.Spermatogonia terus-menerus membelah untuk memperbanyak diri, sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma.Pada tahap pertamaspermatogenesis, spermatogonia yang bersifat diploid (2n atau mengandung 23 kromosom berpasangan), berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe A. Spermatogenia tipe A membelah secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. Kemudian, setelah beberapa kali membelah, sel-selini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid. Setelah melewati beberapa minggu,setiap spermatosit primer membelah secara meiosis membentuk dua buah spermatosit sekunder yang bersifathaploid. Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis membentuk empat buah spermatid.Spermatid merupakan calon sperma yang belum memiliki ekor dan bersifat haploid (n atau mengandung 23kromosom yang tidak berpasangan). Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa (sperma).Proses perubahan spermatid menjadi sperma disebut spermiasi. Ketika spermatid dibentuk pertama kali,spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel. Namun, setelah spermatid mulai memanjang menjadi sperma,akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala dan ekor.Kepala sperma terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit sitoplasma. Pada bagian membran permukaandi ujung kepala sperma terdapat selubung tebal yang disebut akrosom. Akrosom mengandung enzimhialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum.Pada ekor sperma terdapat badan sperma yang terletak di bagian tengah sperma. Badan sperma banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma.Semua tahap spermatogenesis terjadi karena adanya pengaruh sel-sel sertoli yang memiliki fungsi khususuntuk menyediakan makanan dan mengatur proses spermatogenesis

Ø  Hormon pada Pria

Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon, yaitu testoteron, LH (Luteinizing Hormone), FSH(Follicle Stimulating Hormone), estrogen dan hormon pertumbuhan.

  1. Testoteron

Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus. Hormon ini penting bagitahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma, terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder.

  1. LH (Luteinizing Hormone)

LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresitestoteron

  1. FSH (Follicle Stimulating Hormone)

FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Tanpastimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi.

  1. Estrogen

Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Sel-sel sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma.

Gangguan pada Sistem Reproduksi Pria Hipogonadisme

Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, sepertihormon androgen dan testoteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.

  1. Kriptorkidisme

Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalamskrotum pada waktu bayi. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionicgonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.UretritisUretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. Organismeyang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum atau virusherpes.ProstatitisProstatitis adalah peradangan prostat. Penyebabnya dapat berupa bakteri, seperti Escherichia coli maupun bukan bakteri.EpididimitisEpididimitis adalah infeksi yang sering te rjadi pada saluran reproduksi pria. Organisme penyebab epididimitisadalah E. coli dan Chlamydia.

 

  1. Orkitis

Orkitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapatmenyebabkan infertilitas

B.SISTEM REPRODUKSI WANITA

Ø  Struktur reproduksi wanita

Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan, persalinan dan laktasi.

1.Organ Reproduksi

Organ reproduksi dalam

Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi (saluran kelamin).

Ø  Ovarium

Ovarium (indung telur) berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3 - 4 cm. Ovarium berada didalam rongga badan, di daerah pinggang. Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovumyang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi.Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesteron.

 

Ø  Saluran reproduksi

Saluran reproduksi (saluran kelamin) terdiri dari oviduk, uterus dan vagina.

 

1.      Oviduk

Oviduk (tuba falopii) atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjangsekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulumterdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovumyang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dariovarium menuju uterus.

2.      Uterus

Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsisebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi. Uterus terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium. Lapisan endometrium(dinding rahim) tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi (pelepasan ovum dariovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi.

3.      Vagina

Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara padavulva. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir, bagiantengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat. Selaput berlendir (membranmukosa) menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan.

 

Organ reproduksi luar

Organ reproduksi luar pada wanita berupa vulva. Vulva merupakan celah paling luar dari organ kelaminwanita. Vulva terdiri dari mons pubis. Mons pubis (mons veneris) merupakan daerah atas dan terluar darivulva yang banyak menandung jaringan lemak. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi oleh rambut.Di bawah mons pubis terdapat lipatan labium mayor (bibir besar) yang berjumlah sepasang. Di dalam labiummayor terdapat lipatan labium minor (bibir kecil) yang juga berjumlah sepasang. Labium mayor dan labiumminor berfungsi untuk melindungi vagina. Gabungan labium mayor dan labium minor pada bagian ataslabium membentuk tonjolan kecil yang disebut klitoris.Klitoris merupakan organ erektil yang dapat disamakan dengan penis pada pria. Meskipun klitoris secarastruktural tidak sama persis dengan penis, namun klitoris juga mengandung korpus kavernosa. Pada klitoristerdapat banyak pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa.Pada vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran uretra (saluran kencing) dan saluran kelamin (vagina). Pada

daerah dekat saluran ujung vagina terdapat himen atau selaput dara. Himen merupakan selaput mukosa yang banyak mengandung pembuluh darah.

2.Oogenesis

Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Di dalam ovarium terdapat oogonium(oogonia = jamak) atau sel indung telur. Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23 pasangkromosom. Oogonium akan memperbanyak diri dengan cara mitosis membentuk oosit primer.Oogenesis telah dimulai saat bayi perempuan masih di dalam kandungan, yaitu pada saat bayi berusia sekitar 5 bulan dalam kandungan. Pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan, oosit primer akan membelah secarameiosis. Namun, meiosis tahap pertama pada oosit primer ini tidak dilanjutkan sampai bayi perempuantumbuh menjadi anak perempuan yang mengalami pubertas. Oosit primer tersebut berada dalam keadaanistirahat (dorman).Pada saat bayi perempuan lahir, di dalam setiap ovariumnya mengandung sekitar 1 juta oosit primer. Ketikamencapai pubertas, anak perempuan hanya memiliki sekitar 200 ribu oosit primer saja. Sedangkan oositlainnya mengalami degenerasi selama pertumbuhannya.Saat memasuki masa pubertas, anak perempuan akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan oosit primer melanjutkan meiosis tahap pertamanya. Oosit yang mengalami meiosis I akan menghasilkan dua selyang tidak sama ukurannya. Sel oosit pertama merupaakn oosit yang berukuran normal (besar) yang disebutoosit sekunder, sedangkan sel yang berukuran lebih kecil disebut badan polar pertama (polosit primer).Selanjutnya , oosit sekunder meneruskan tahap meiosis II (meiosis kedua). Namun pada meiosis II, oositsekunder tidak langsung diselesaikan sampai tahap akhir, melainkan berhenti sampai terjadi ovulasi. Jika tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan mengalami degenerasi. Namun jika ada sperma masuk ke oviduk,meiosis II pada oosit sekunder akan dilanjutkan kembali. Akhirnya, meiosis II pada oosit sekunder akanmenghasilkan satu sel besar yang disebut ootid dan satu sel kecil yang disebut badan polar kedua (polositsekunder). Badan polar pertama juga membelah menjadi dua badan polar kedua. Akhirnya, ada tiga badan polar dan satu ootid yang akan tumbuh menjadi ovum dari oogenesis setiap satu oogonium.Oosit dalam oogonium berada di dalam suatu folikel telur. Folikel telur (folikel) merupakan sel pembungkus penuh cairan yang menglilingi ovum. Folikel berfungsi untuk menyediakan sumber makanan bagi oosit.Folikel juga mengalami perubahan seiring dengan perubahan oosit primer menjadi oosit sekunder hinggaterjadi ovulasi. Folikel primer muncul pertama kali untuk menyelubungi oosit primer. Selama tahap meiosis I pada oosit primer, folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder. Pada saat terbentuk oosit sekunder,folikel sekunder berkembang menjadi folikel tersier. Pada masa ovulasi, folikel tersier berkembang menjadifolikel de Graaf (folikel matang). Setelah oosit sekunder lepas dari folikel, folikel akan berubah menjadikorpus luteum. Jika tidak terjaid fertilisasi, korpus luteum akan mengkerut menjadi korpus albikan.

 3.Hormon pada Wanita

Pada wanita, peran hormon dalam perkembangan oogenesis dan perkembangan reproduksi jauh lebihkompleks dibandingkan pada pria. Salah satu peran hormon pada wanita dalam proses reproduksi adalahdalam siklus menstruasi.

Ø  Siklus menstruasi

Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai pelepasanendometrium. Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma. Siklus menstruasi sekitar 28 hari.Pelepasan ovum yang berupa oosit sekunder dari ovarium disebut ovulasi, yang berkaitan dengan adanyakerjasama antara hipotalamus dan ovarium. Hasil kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran hormon-hormon yang mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi.Untuk mempermudah penjelasan mengenai siklus menstruasi, patokannya adalah adanya peristiwa yangsangat penting, yaitu ovulasi. Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus (½ n) menstruasi. Untuk periode atausiklus hari pertama menstruasi, ovulasi terjadi pada hari ke-14 terhitung sejak hari pertama menstruasi. Siklus menstruasi dikelompokkan menjadi empat fase, yaitu fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi, fase pasca-ovulasi.

 

 

4.Fertilisasi

Fertilisasi atau pembuahan terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi oleh sperma.Fertilisasi umumnya terjadi segera setelah oosit sekunder memasuki oviduk. Namun, sebelum sperma dapatmemasuki oosit sekunder, pertama-tama sperma harus menembus berlapis-lapis sel granulosa yang melekat disisi luar oosit sekunder yang disebut korona radiata. Kemudian, sperma juga harus menembus lapisan sesudahkorona radiata, yaitu zona pelusida. Zona pelusida merupakan lapisan di sebelah dalam korona radiata, berupa glikoprotein yang membungkus oosit sekunder.Sperma dapat menembus oosit sekunder karena baik sperma maupun oosit sekunder saling mengeluarkanenzim dan atau senyawa tertentu, sehingga terjadi aktivitas yang saling mendukung.Pada sperma, bagian kromosom mengeluarkan:hialuronidaseEnzim yang dapat melarutkan senyawa hialuronid pada korona radiata. Akrosin Protease yang dapat menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida.antifertilizin Antigen terhadap oosit sekunder sehingga sperma dapat melekat pada oosit sekunder.Oosit sekunder juga mengeluarkan senyawa tertentu, yaitu fertilizin yang tersusun dari glikoprotein denganfungsi :

•Mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat.

•Menarik sperma secara kemotaksis positif.

•Mengumpulkan sperma di sekeliling oosit sekunder.Pada saat satu sperma menembus oosit sekunder, sel-sel granulosit di bagian korteks oosit sekunder mengeluarkan senyawa tertentu yang menyebabkan zona pelusida tidak dapat ditembus oleh sperma lainnya.Adanya penetrasi sperma juga merangsang penyelesaian meiosis II pada inti oosit sekunder , sehingga dariseluruh proses meiosis I sampai penyelesaian meiosis II dihasilkan tiga badan polar dan satu ovum yangdisebut inti oosit sekunder.Segera setelah sperma memasuki oosit sekunder, inti (nukleus) pada kepala sperma akan membesar.Sebaliknya, ekor sperma akan berdegenerasi. Kemudian, inti sperma yang mengandung 23 kromosom(haploid) dengan ovum yang mengandung 23 kromosom (haploid) akan bersatu menghasilkan zigot dengan23 pasang kromosom (2n) atau 46 kromosom.

5.Gestasi (Kehamilan)

Zigot akan ditanam (diimplantasikan) pada endometrium uterus. Dalam perjalannya ke uterus, zigotmembelah secara mitosis berkali-kali. Hasil pembelahan tersebut berupa sekelompok sel yang sama besarnya,dengan bentuk seperti buah arbei yang disebut tahap morula.Morula akan terus membelah sampai terbentuk blastosit. Tahap ini disebut blastula, dengan rongga didalamnya yang disebut blastocoel (blastosol). Blastosit terdiri dari sel-sel bagian luar dan sel-sel bagiandalam.

Sel-sel bagian luar blastosit

Sel-sel bagian luar blastosit merupakan sel-sel trofoblas yang akan membantu implantasi blastosit pada uterus.Sel-sel trofoblas membentuk tonjolan-tonjolan ke arah endometrium yang berfungsi sebagai kait. Sel-seltrofoblas juga mensekresikan enzim proteolitik yang berfungsi untuk mencerna serta mencairkan sel-selendometrium. Cairan dan nutrien tersebut kemudian dilepaskan dan ditranspor secara aktif oleh sel-seltrofoblas agar zigot berkembang lebih lanjut. Kemudian, trofoblas beserta sel-sel lain di bawahnya akanmembelah (berproliferasi) dengan cepat membentuk plasenta dan berbagai membran kehamilan.Berbagai macam membran kehamilan berfungsi untuk membantu proses transportasi, respirasi, ekskresi danfungsi-fungsi penting lainnya selama embrio hidup dalam uterus. Selain itu, adanya lapisan-lapisan membranmelindungi embrio terhadap tekanan mekanis dari luar, termasuk kekeringan.

Sakus vitelinus

Sakus vitelinus (kantung telur) adalah membran berbentuk kantung yang pertama kali dibentuk dari perluasanlapisan endoderm (lapisan terdalam pada blastosit). Sakus vitelinus merupakan tempat pembentukan sel-seldarah dan pembuluh-pembuluh darah pertama embrio. Sakus vitelinus berinteraksi dengan trofoblasmembentuk korion

Korion

Korion merupakan membran terluar yang tumbuh melingkupi embrio. Korion membentuk vili korion (jonjot- jonjot) di dalam endometrium. Vili korion berisi pembuluh darah emrbrio yang berhubungan dengan pembuluh darah ibu yang banyak terdapat di dalam endometrium uterus. Korion dengan jaringanendometrium uterus membentuk plasenta, yang merupakan organ pemberi nutrisi bagi embrio.

Amnion

Amnion merupakan membran yang langsung melingkupi embrio dalam satu ruang yang berisi cairan amnion(ketuban). Cairan amnion dihasilkan oleh membran amnion. Cairan amnion berfungsi untuk menjaga embrioagar dapat bergerak dengan bebas, juga melindungi embrio dari perubahan suhu yang drastis serta guncangandari luar.AlantoisAlantois merupakan membran pembentuk tali pusar (ari-ari). Tali pusar menghubungkan embrio dengan plasenta pada endometrium uterus ibu. Di dalam alantois terdapat pembuluh darah yang menyalurkan zat-zatmakanan dan oksigen dari ibu dan mengeluarkan sisa metabolisme, seperti karbon dioksida dan urea untuk dibuang oleh ibu.

Sel-sel bagian dalam blastosit

Sel-sel bagian dalam blastosit akan berkembang menjadi bakal embrio (embrioblas). Pada embrioblas terdapatlapisan jaringan dasar yang terdiri dari lapisan luar (ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm). Permukaanektoderm melekuk ke dalam sehingga membentuk lapisan tengah (mesoderm). Selanjutnya, ketiga lapisantersebut akan berkembang menjadi berbagai organ (organogenesis) pada minggu ke-4 sampai minggu ke-8.Ektoderm akan membentuk saraf, mata, kulit dan hidung. Mesoderm akan membentuk tulang, otot, jantung, pembuluh darah, ginjal, limpa dan kelenjar kelamin. Endoderm akan membentuk organ-organ yang berhubungan langsung dengan sistem pencernaan dan pernapasan.Selanjutnya, mulai minggu ke-9 sampai beberapa saat sebelum kelahiran, terjadi penyempurnaan berbagaiorgan dan pertumbuhan tubuh yang pesat. Masa ini disebut masa janin atau masa fetus.

6.Persalinan

Persalinan merupakan proses kelahiran bayi. Pada persalinan, uterus secara perlahan menjadi lebih pekasampai akhirnya berkontraksi secara berkala hingga bayi dilahirkan. Penyebab peningkatan kepekaan danaktifitas uterus sehingga terjadi kontraksi yang dipengaruhi faktor-faktor hormonal dan faktor-faktor mekanis.Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap kontraksi uterus, yaitu estrogen, oksitosin, prostaglandin danrelaksin.

Ø  Estrogen

Estrogen dihasilkan oleh plasenta yang konsentrasinya meningkat pada saat persalinan. Estrogen berfungsiuntuk kontraksi uterus.

Ø  Oksitosin

Oksitosin dihasilkan oleh hipofisis ibu dan janin. Oksitosin berfungsi untuk kontraksi uterus.

Ø  Prostaglandin

Prostaglandin dihasilkan oleh membran pada janin. Prostaglandin berfungsi untuk meningkatkan intensitaskontraksi uterus.

Ø  Relaksin

Relaksin dihasilkan oleh korpus luteum pada ovarium dan plasenta. Relaksin berfungsi untuk relaksasi ataumelunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul sehingga mempermudah persalinan.

7.Laktasi

Kelangsungan bayi yang baru lahir bergantung pada persediaan susu dari ibu. Produksi air susu (laktasi) berasal dari sepasang kelenjar susu (payudara) ibu. Sebelum kehamilan, payudara hanya terdiri dari jaringanadiposa (jaringan lemak) serta suatu sistem berupa kelenjar susu dan saluran-saluran kelenjar (duktuskelenjar) yang belum berkembang.Pada masa kehamilan, pertumbuhan awal kelenjar susu dirancang oleh mammotropin. Mammotropin merupakan hormon yang dihasilkan dari hipofisis ibu dan plasenta janin. Selain mammotropin, ada jugasejumlah besar estrogen dan progesteron yang dikeluarkan oleh plasenta, sehingga sistem saluran-salurankelenjar payudara tumbuh dan bercabang. Secara bersamaan kelenjar payudara dan jaringan lemak disekitarnya juga bertambah besar. Walaupun estrogen dan progesteron penting untuk perkembangan fisik kelenjar payudara selama kehamilan, pengaruh khusus dari kedua hormon ini adalah untuk mencegah sekresidari air susu. Sebaliknya, hormon prolaktin memiliki efek yang berlawanan, yaitu meningkatkan sekresi air susu. Hormon ini disekresikan oleh kelenjar hipofisis ibu dan konsentrasinya dalam darah ibu meningkat dariminggu ke-5 kehamilan sampai kelahiran bayi. Selain itu, plasenta mensekresi sejumlah besar somatomamotropin korion manusia, yang juga memiliki sifat laktogenik ringan, sehingga menyokong prolaktin dari hipofisis ibu.

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

 

A.   Kesimpulan

 

Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup yang mampu menjalankan aktivitas kehidupan. Sel berasal dari bahasa latin cellulae yang berarti ruang kecil. Struktur sel meliputi membran sel, nukleus (inti sel), sitoplasma, organel sel (retikulum endoplasma, badan golgi, mitokondria, lisosom, ribosom, sentriol, mikrofilamen, mikrotubulus, peroksisom).

Dan  alat reproduksi pada pria terdiri dari testis, penis, skrotum, kelenjar prostat, vas deferens, efididimis, dan vesikula seminalis. Sedangkan pada wanita di bagi menjadi 2 organ, yaitu organ bagian luar dan organ bagian dalam.

Pada proses reproduksi juga di mulai dari pelepasan spermatozoa di tumpahkan de dalam vagina, lalu melalui uterus dan masuk ke dalam tuba uterina kemudian spermatozoa di seleksi sampai hanya 1 yang terpilih. Penggabungan ke dua sel di lakukan spermatozoa dengan menembus ovum. Ovum yang telah di buahi kemudian berjalan ke uterus. Di uterus menghancurkan endometrium dan membenamkan diri. Dan kehamilan pun berlangsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CONTOH SOAL UKOM PROFESI BIDAN PERSALINAN

  1.       Seorang perempuan umur 36 tahun, P5A0 baru saja melahirkan di PMB. Riwayat plasenta lahir lengkap 15 detik yang lalu. Hasil pemer...